Tukang Tempe Tukang Tahu | Cerita dari si huruf "T"
| 2/02/2015

By On 2/02/2015



Tatkala Temperatur Terik Terbakar Terus,


Tukang Tempe Tetap Tabah, "Tempe-tempe" , Teriaknya.

Ternyata Teriakan Tukang Tempe Tadi Terdengar Tukang Tahu, Terpaksa Teriakannya Tambah Tinggi, "Tahu...Tahu. ..Tahu... !" "Tempenya Terbaik, Tempenya Terenak, Tempenya Terkenal!!", Timpal Tukang Tempe .

Tukang Tahu Tidak Terima,"Tempenya Tengik, Tempenya Tawar, Tempenya Terjelek.... !" Tukang Tempe Tertegun, Terhenyak, "Teplakkk... !" Tamparannya Tepat Terkena Tukang Tahu.

Tapi Tukang Tahu Tidak Terkalahkan, Tendangannya Tepat Terkena Tulang Tungkai Tukang Tempe . Tukang Tempe Terjengkang Tumbang! Tapi Terus Tegak, Tatapannya Terhunus Tajam Terhadap Tukang Tahu.

Tetapi, Tukang Tahu Tidak Terpengaruh Tatapan Tajam Tukang Tempe Tersebut, "Tidak Takut!!" Tantang Tukang Tahu.

Tidak Ternyana Tangan Tukang Tempe Terkepal, Tinjunya Terarah, Terus Tonjokkannya Tepat Terkena Tukang Tahu, Tak Terelakkan! Tujuh Tempat Terkena Tinjunya, Tonjokan Terakhir Tepat Terkena Telak. Tukang Tahu Terjerembab.

"Tolong.. Tolong.. Tolong..!", Teriaknya Terdengar Tinggi. Tetapi Tanpa Tunda Tempo, Tukang Tempe Teruskan Teriakannya, " Tempe .. Tempe .. Tempe ..!!" Tukang Tahu Tambah Teriak Tararahu.. Tararahu, Tandingin Tararempe.. Tararempe..

Terima Tasih Temuanya Tudah Tetap Ti Tini....!!
Wkwkwkwkwkwkwk

Jiwa Yang Terasing | Risalah Takdir Tuhan
| 12/07/2014

By On 12/07/2014




Ketukan pagi bekukanku dalam gelap tanpa cahaya
engkau yang duduk riang dengan alunan lagu
memberiku inspirasi tak mencari jalan dalam bara
walau terdengar lucu aku tetap bungkam dalam kaku

Kau coretan pena yang ku rangkai
tapi tak pernah aku fahami ku rangkai menjadi apa
tanpa pernah peduli coretan tanpa bingkai
menjadi lukisan tanpa makna

Seribu bahasa dalam tetesan yang tak ku mengerti
ku mendengarmu lirih dalam alunan fatwa kesucian
aku terisak tanpa orang lain memahami
hanya tuhan dan keabadian yang menyaksikan

Semakin larut rambutku memutih
ku melihatmu kembali dalam sajian koran pagi
secangkir kopi temani masa aku tertatih
hingga aku sadari semakin dekat aku dalam mati

Hah....! pikirku singkat tak peduli
melihat kembali masa kecil yang terbuang
tapi mereka semua adalah guru abadi
yang mengajariku tak sekedar menjadi bayang-bayang

Detik berikutnya mungkin telah tiba
tiba menjadi aku seutuhnya
mengenal tuhan dengan bekal apa adanya
dan aku menunduk malu bukan didunia

Aku mengerti bagaimana tuhan menciptakan alur "aku dan mereka"
hanya untuk mengajariku melihat bagaimana Dia memberi warna esok
tapi sedikitpun aku tak menyesali aku terlahir sebagai siapa
dan menjadikan keindahan ini begitu sempurna tanpa sudut balok


Aku yang memahamiMu


KN: EDP (Kutipan : Cerpen : Jiwa yang terasing)

Risalah | Kutipan dari Raja-raja
| 10/16/2014

By On 10/16/2014




Payung Akar Rotan dari "Raja-raja"

Menangis sesekali kau menangis
ajakanmu tak hiraukan langit bersua bumi
kau dibawah meneladah keatas tanpa mengais
menyadari segalanya tak lagi berarti kala mati

Hidup beratuspun tak kau rasakan lama
dengan hakikatmu yang tak berjiwa
walau terang didapat saat berkelana
namun rintik hujan butakan aksara Batajayana

Kini kau hanya duduk melihat kedepan
tanpa perlu khawatir siapa dibelakang meja
walau tatap tak lagi setajam kedipan
namun pikiranmu tetap sama, seorang raja

Daun jati mengering tanda gersang menyambut
kau memeluk ibumu tanda khawatir akan hidup
pelukan tak berbekas terhalang kabut
dalam jengkal hatimu kau berkata "Aku Sanggup"

Tahunpun kau tak ingat hari apa sekarang
yang kau tahu kau pernah berada disini
menyambut sebilah kehidupan tak setegar karang
tanpa lagi kursi kau miliki

Kau tersadar sendiri menyapa langit
tanpa ibumu dan tanpa orang yang menguatkan
kau berteriak lantang mengungkit
namun alam tak mengerti yang kau capkan

Semakin rabun mata putih diatas ubun-ubun
saatnya kau mengerti do'a dari yang kau dustakan
tanpa perlu berharap pada tetesan embun
karena kau telah belajar untuk mengerti tentang kehidupan

Walau renta kau mengingat
setidaknya kau tak pernah mendustakan hidupmu
sedari kecil kau terpahat
tuk menjadi raja semesta jagad ilmu
tanpa BATAJAYANA
-EDP-

Risalah Takdir yang sempurna
| 9/02/2014

By On 9/02/2014




Kehidupan yang sempurna adalah menikmati hidup dengan cara yang sederhana
bukan menyederhanakan hidup dengan cara yang sempurna

Kehidupan yang kekal adalah bagaimana kita melakukan sesuatu dengan keyakinan
bukan meyakini sesuatu dengan membuat segala kehidupan menjadi kekal

Kesempurnaan bukan jaminan bagi kita menjadi orang yang berguna
terkandang kesederhanaan hidup yang akan membuat orang lain sempurna

Ketika orang lain berteriak karena masalahnya
yakinkan hati kita bahwa tuhan mendengar teriakan hati kita

Kekuasaan yang abadi adalah bagaimana kau menjadi sumber kebaikan didunia
hingga matipun kau tetap berkuasa dengan apa yang telah kau lakukan kemarin
(EDP)

Sejarah Piala Dunia FIFA dari awal hingga sekarang
| 6/03/2014

By On 6/03/2014




Poster Resmi Piala Dunia 1930 (Uruguay)
Awal perhelatan Piala Dunia FIFA terjadi pata tahun 1930 di Uruguay, tepatnya pada tanggal 13 sampai 30 Juli 1930, dan Uruguay juga menjadi Juara Pertama di Ajang paling bergengsi ini. Hingga pada tahun 1942 - 1946 Ajang Sepak bola terbesar ini berhenti karena Perang Dunia II.
Daftar Pemenang Piala Dunia Dari awal sampai sekarang :


• 1930 – Uruguay (*URUGUAY)
• 1934 – Italia (*ITALIA)
• 1938 – Italia (*PRANCIS)
• 1942 - PERANG DUNIA II
• 1946 - PERANG DUNIA II
• 1950 – Uruguay (*BRAZIL)
• 1954 – Jerman (*Switzerland)
• 1958 – Brasil (*SWEDIA)
• 1962 – Brasil (*CHILE)
• 1966 – Inggris (*INGGRIS)
• 1970 – Brasil (*MEKSIKO)
• 1974 – Jerman Barat (*JERMAN BARAT)
• 1978 – Argentina (*ARGENTINA)
• 1982 – Italia (*SPANYOL)
• 1986 – Argentina (*MEKSIKO)
• 1990 – Jerman (*ITALIA)
• 1994 – Brasil (*AMERIKA SERIKAT)
• 1998 – Prancis (*PRANCIS)
• 2002 – Brasil (*KOREA & JEPANG)
• 2006 – Italia (*JERMAN)
• 2010 – Spanyol (*AFRIKA SELATAN)
• 2014 – JAGOANMU (*BRAZIL)
nb : *Negara Penyelenggara

Sejarah Trofi Piala Dunia
Sejak Pertama kali diselenggarakan 1930 sampai 1970 Piala Jules Rimet menjadi Trofi pertama bagi Pemenang Ajang besar ini, dan pada tahun 1970 Brazil berhak memiliki Piala ini, namun pada tahun 1983 Piala Jules Rimet  dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak ditemukan lagi hingga sekarang. Dan baru pada tahun 1974 FIFA memperkenalkan Piala baru yang diberi nama "FIFA world cup trophy" dan hingga hari ini kita masih bisa melihat Trofi Piala Dunia.
Berikut Trofi Piala Dunia :

Piala Jules Rimet (1930-1970)

Fifa World Cup (1974 - Sekarang)


SEKIAN TERIMA KASIH
SALAM GILA BOLA.......!



Risalah dalam Bait Syair tak bermakna
| 4/24/2014

By On 4/24/2014



Wahai cerita yang janggal
jengah dari skala yang tertinggal
riuh tangis bukan pecah saat kau tertimpa
kali kedua cobalah meminta segala inginmu bersua
bukan aku purnama yang terangi malam
tapi malam jengah melihatku suram

Wahai mentari yang teritari
poros waktu nan suci menanti
tanpa peduli berapa jarak yang kau lalui
tapi kau tetap dalam sudi menerangi
saat lalu sejenak kau buram dari hijau bumiku
lihatkan keindahan wayang saat rembulan menutupimu

Wahai pemilik hati tak berjiwa
sejuk saat kau lelah dalam satu nyawa
berkorban tak bermakna saat segala sirna
bersaksi dari segala hinaan yang berirama
tak usah kau tersenyum saat mimpimu
sedialah apa adanya seperti alur mendahuluimu

Wahai aku yang tak punya nama.........!